Wednesday, 7 January 2026

HARTABUTA :

Kamis, 8-1-2026 M. 

Deskripsi :

  1. Pagi hari jam 08.00 WIN pas mulai sarapan diajak Kiyai Anshorik, Pengasuh PP. Tuhfatuth Thullab, Plumpung-Soko-Tuban mengajak SUHU menjenguk KH. Tofiiq Al Haarits yang sedang operasi di RS.U.Sosrodoro Bojonegoro. Diapu  sedang sarapan. 
  2. Rencana berangkat dari rumahnya jam 09.00-an sambil tunggu Teman Lainnya. 
  3. Jam 09.00 WIN, SUHU baru bisa berangkat ke rumahnya Kiyai Anshoorii karena ada sedikit gangguan kesehatan perut. 
  4. Tunggu ± 17 menit tiada yang datang, terpaksa berangkat berdua. 
  5. Di tengah perjalanan, Dia tawari sepulang dari Rumah Sakit, Sillalatur Rohmi k e pada Kiyai Qomarii Dzurriyyah Kiyai 'Abdullooh Sambiroto-Bojonegoro. Otomatis SUHU mengigakannya. 
  6. Usai dari Rumah Sakit, benar-benar meluncur ke Sambiroto. 
  7. Mengobrol sekitar 30 - 45 menitan, disuguhi Camilan, Wedang Kopi, lalu Adzan Dzuhur Sholaah, lalu disuguhi Makan Lauk Ikan Lamongan sederhana namun pas di lidah, sambalnyapun ttdak pedas meski lihat permukaannya Pedas Bangeeetttddd. 
  8. Obrolan lebih banyak urusan seputar Silsilah Keluarga terutama terkait dengan Silsilah Kiyai 'Abdullooh Sambiroto, Demang Kayunan Eyang Wiroguno Singomenggolo dan Eyang Singonoyo Sukorejo - Bojonegoro yang ternyata ada Beberapa Versi selain yang SUHU pegang yakni Manuskrip Versi Nglirip-Jojogan-Tuban.Usai makan minum, masih mengobrol sekitar 45 menitan, lalu pamitan. 
  9. Ternyata Kiyai Qomar pernah nyanteri di PP. Ash Shommadiyyah, Makam Agung-Kingking-Tuban Kota selama 8 tahun sedangkan SUHU hanya 3 tahun selama sekolah di SMAN 1 Tuban 1981/1982 -- 1984/1985 M. Lalu sekaligus Silsilah Blok Koyai Nyai di situ. 
  10. Dalam perjalanan asik ngobrol ke sana kemari, kemari ke sana, tahu-tahu sudah sampai di Rumahnya Kiyai Anshori dan masih ngobrol sekitar 15 menitan dan kasih undangan hari Sabtu, 17-1-2026 M dalam acara Bedah Buku Karya Kiyai Nawaawii dari Cirebon terkait Polemik Nasab Ba'Alawyy. terutama bendung sadarkan Ummah dari Belenggu Sihir Pelet Doktrin Ajaran Sesat Menyesatkan keluar dari 'Aqiidah ISLAAM terutama ASWAJA An Nahdliyyah. Adapun urusan Polemik Nasab, SUHU tetap berada di tengah-tengah meski juga punya Pemahaman Tersendiri, lha wong Dzurriyyah Nanti Kita yang tulen ya teraplah bergelar Sayyid, Sayyidah, Syarif, Syariifah yg banyak 'Aslinya, tidak koar-koar berAchlaaaul Kariimah fan benar-benar fi Jalur Lurus Agama ISLAAM. 
  11. Intinya urusan Polemik Nasab Ba'Alasyy tetaplah tunggu proses jangka panjang, apapun hasilnya. 

Dokumentasi Simpelnya :






























و الحمد للّه ربّ العالمين
صلّى الله على محمّد

0 comments:

Post a Comment

About us

BTemplates.com

Social Share Icons

Popular Posts

Blog Archive